7 Trik Menyimpan Sayuran agar Selalu Segar Sebelum Diolah

Sayuran merupakan salah satu bahan makanan penting yang harus selalu tersedia di dapur rumah, karena konsumsi sayuran dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, dan serat anggota keluarga. Namun, cara menyimpan sayuran yang keliru akan membuatnya mudah layu dan membusuk sebelum diolah.

Apakah Moms sudah tahu tentang cara menyimpan sayuran yang benar? Jika belum, maka ulasan informasi berikut ini pasti sangat bermanfaat bagi Moms.

Memastikan Bahwa Kulkas dalam Keadaan Bersih

Tak banyak orang yang menyadari kalau kulkas yang kotor bisa menjadi biang keladi penyebab sayuran membusuk. Bau tak sedap, kotoran, dan kelembapan yang terlalu tinggi dapat mempengaruhi kesegaran stok sayuran di kulkas. Oleh sebab itu, sebaiknya Moms selalu membersihkan kulkas secara teratur dengan larutan sabun cuci piring dan lap kering secara berkala.

Menyortir Sayuran dan Membuang Bagian yang Rusak

Hal berikutnya yang mesti Moms lakukan setelah membeli sayuran adalah menyortirnya dan membuang bagian yang rusak. Singkirkan bagian sayuran yang mulai busuk atau berwarna kecokelatan, karena bagian sayur yang membusuk biasanya cepat menjalar ke bagian-bagian lainnya. Selain itu, jangan lupa memotong dan membuang akar sayuran, karena bagian akar biasanya mengandung banyak kotoran serta bakteri yang berasal dari tanah.

Menyimpan Sayuran Secara Utuh

Beberapa jenis sayuran berdaun seperti sawi hijau, kangkung, dan bayam akan lebih tahan lama bila disimpan dalam keadaan utuh. Sebaiknya, Moms hanya membuang bagian akarnya saja bila ingin menyimpannya di kulkas, sehingga persediaan sayuran segar yang Moms miliki dapat bertahan lebih lama.

Mengenali Jenis Sayuran yang Tidak Boleh Disimpan di Kulkas

Tidak semua jenis sayuran bisa disimpan di dalam kulkas, Moms. Beberapa jenis rempah dedaunan seperti kemangi, daun salam, dan peterseli bisa lekas membusuk bila disimpan di kulkas. Demikian pula dengan bahan makanan lainnya seperti kentang, tomat, bawang putih, dan bawang merah. Moms hanya perlu menyimpan bahan-bahan makanan tersebut di tempat yang sejuk dan kering agar lebih tahan lama dan segar sebelum diolah.

Membungkus Sayuran dengan Kertas atau Plastik Berlubang

Temperatur rendah dan kelembapan udara yang tinggi di dalam kulkas memang membuat sayuran jadi cepat layu. Jadi, Moms harus menyiasatinya dengan cara membungkus sayuran menggunakan kertas atau plastik berlubang. Bungkuslah sayuran tersebut rapat-rapat hingga seluruh permukaannya tertutup dengan sempurna. Lapisan pelindung tersebut akan melindungi permukaan sayuran agar tak langsung terkena hawa dingin kulkas.

Mengolah Sayuran dengan Metode Blansir (Blanching)

Blansir adalah teknik mengolah sayuran dengan cara merebus atau mengukusnya selama beberapa menit dengan air bertemperatur kurang dari 1000 C untuk membasmi mikroorganisme tanpa menghilangkan kandungan nutrisi dalam sayuran. Selanjutnya, sayuran yang sudah diblansir harus dicelupkan dalam air es agar proses pematangannya terhenti. Biasanya, sayuran yang diblansir akan tahan disimpan hingga berminggu-minggu dalam freezer.

Beberapa jenis sayuran yang cocok diolah dengan teknik blanching antara lain kembang kol, brokoli, asparagus, dan buncis.

Memisahkan Tempat Penyimpanan Buah dan Sayuran

Menyimpan sayuran bersama buah akan membuat sayuran lebih cepat membusuk. Hal ini karena buah kerap menghasilkan gas etilen yang mempercepat proses pematangan. Alangkah lebih baik jika Moms memisahkan tempat penyimpanan buah-buahan dan sayuran. Jangan lupa pula memeriksa persediaan buah-buahan dan sayuran secara teratur, agar bisa lekas menyingkirkan bagian yang mulai membusuk.

Jangan kesal dulu jika selama ini Moms masih menyimpan persediaan sayuran dengan cara yang keliru. Mulailah kebiasaan baru sejak hari ini agar persediaan sayuran di rumah jadi lebih tahan lama, tertata rapi, dan tetap segar.

Leave a Reply